Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Wujud apresiasi untuk ‘diri gue yang lain’

Kalo sengaja membiarkan diri dalam diam dan sunyi – selama beberapa menit – kadang gue suka memflashback apa aja yang pernah gue lakuin di masa lalu. Biasanya, yang terbesit di pikiran gue adalah salahnya tingkah, sikap, atau respon terhadap sesuatu. Contohnya berupa nada respon gue yang mungkin agak terlalu tinggi sehingga terlihat seperti emosi, gue yang terlalu egois memikirkan diri sendiri, tingkah gue yang kebablasan malu-maluin, atau kekikukan gue saat berbicara di depan kelas atau di depan seseorang yang gue suka. Dari keempat contoh kasus tadi semuanya mengarah pada satu hal, yakni penyesalan. Yah.. inilah hidup, mau tidak mau, kita pasti pernah mengalami perasaan seperti ini. Dicegah? Ah mungkin bisa. Tapi hanya bisa mengurangi persentasenya saja.
Terkadang (atau mungkin sering) ketika merasakan penyesalan, gue selalu berkata “Ah elu sih” dengan nada yang kecil. 3 kata tersebut mencerminkan kalo gue gak bisa menerima kesalahan diri sendiri. Agak membingungkan? Yah memang, k…