Langsung ke konten utama

Wujud apresiasi untuk ‘diri gue yang lain’


Kalo sengaja membiarkan diri dalam diam dan sunyi – selama beberapa menit – kadang gue suka memflashback apa aja yang pernah gue lakuin di masa lalu. Biasanya, yang terbesit di pikiran gue adalah salahnya tingkah, sikap, atau respon terhadap sesuatu. Contohnya berupa nada respon gue yang mungkin agak terlalu tinggi sehingga terlihat seperti emosi, gue yang terlalu egois memikirkan diri sendiri, tingkah gue yang kebablasan malu-maluin, atau kekikukan gue saat berbicara di depan kelas atau di depan seseorang yang gue suka. Dari keempat contoh kasus tadi semuanya mengarah pada satu hal, yakni penyesalan. Yah.. inilah hidup, mau tidak mau, kita pasti pernah mengalami perasaan seperti ini. Dicegah? Ah mungkin bisa. Tapi hanya bisa mengurangi persentasenya saja.

Terkadang (atau mungkin sering) ketika merasakan penyesalan, gue selalu berkata “Ah elu sih” dengan nada yang kecil. 3 kata tersebut mencerminkan kalo gue gak bisa menerima kesalahan diri sendiri. Agak membingungkan? Yah memang, karna menurut gue, setiap manusia sebenarnya terdiri dari 2, dirinya dan jiwanya. Atau yang biasa gue sebut ‘diri gue yang lain’. Jadi yang gue maksud di atas adalah menyalahi ‘diri gue yang lain’ atas segala kesalahan yang gue perbuat.

Padahal, ‘diri gue yang lain’ inilah yang selalu bersama-sama dengan gue setiap waktu – dari gue lahir. Dia inilah yang tegar saat gue salahi, atau yang mencoba menenangkan diri gue di saat sedih. Dia juga yang menderita ketika tertimpa dampak dari kesalahan yang gue buat. Dia juga yang selalu mencoba sabar saat dicemooh oleh orang lain. Dan dia juga yang selalu mengingatkan untuk kembali ke jalur yang benar, ketika gue sudah agak menyimpang dari jalan yang seharusnya gue tempuh. Dan di saat itulah gue menyadari kalo gue sangat berhutang pada ‘diri gue yang lain’.

Itulah sebabnya gambar ini dibuat, ini adalah wujud apresiasi gue terhadap ‘diri gue yang lain’. Sebuah karya yang gue buat dengan sangat teliti dan penuh ketelatenan tinggi. Karya yang gue buat dengan tema Elegant, Simple, Modern, dan bernilai tinggi – at least pendapat diri sendiri. Waktu pengerjaan totalnya pun hampir seharian penuh. Sebelumnya gue gak pernah membuat suatu karya seni yang bagus. Dan sebelumnya pun gue gak pernah tertarik untuk mendalami karya seni. Tapi sebagai wujud kecil dari rasa terima kasih, gue berusaha untuk bisa menghasilkan suatu karya yang layak untuk diberikan kepada ‘diri gue yang lain’.


“I know it’s hard when you fallin down, and it’s a long way up to hit the ground. Get up now, get up! Get up now!!” - ‘diri gue yang lain’

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 OST Film PK + Cara Downloadnya

Kali ini gue mau share 5 lagu atau OST Film PK beserta cara downloadnya. Sebelumnya gue udah share Review Film PK yang mampu menggeser Film 3 Idiots dari daftar film yang paling gue suka, Tsahh.. Kalo belum baca, ya baca aja wkwk

Nih 5 OSTnya, gue urutin sesuai dengan yang diputer di Film. Enjoy gan!! :D

1. Chaar Kadam


Lagu ini diputer pas Sarfaraz ninggalin Jaggu yg terdiam sesaat setelah Sarfaraz bilang kalo dia berasal dari Pakistan. Lantunan dan Iramanya bikin gue terbawa suasana bung wkwk

2. Tharki Chokro


Diputer pas PK ngebuat pusing dan nyusahin 'temen'nya Bhaiyya karna tingkahnya yg ngejar-ngejar orang lain hanya sekedar untuk memegang tangannya. Kalo lu udah nonton, lu pasti udah ngerti kenapa si PK ngelakuin itu hehehe

3. Bhagwan Hai Kahan Re Tu



Inget saat PK ngelakuin perjalanan spiritual ke 3 agama sekaligus untuk mencari Tuhan yang bisa menolongnya dalam menemukan benda yg ia cari? Sedih juga nih kalo baca liriknya, karna pake bahasa India wkwkwk xD

4. Love is a W…

Review Film: PK, Film Terbaik setelah 3 Idiots

Hallo guys!! Kali ini gue mau nge-review film PK. Film yang mampu menggeser Film 3 Idiots dari daftar film terbaik versi gue, hehe.
“Hah apaan tuh PK? Persamaan Kuadrat? Itu film atau mapel SMA? Aneh banget ada yang mengangkat bab di Matematika untuk dijadikan film.”
Hehe, bukan dude, sist. Ini judul film.
Gue pertama tau film ini pas lagi searching film-film terbaru di ganool. Kebeneran tuh covernya si Aamir Khan, yang jadi Ranchodas Shalmadas Chanchad atau Phungsuf Wangdu di film 3 Idiots. Menariknya, setelah gue cari-cari info tentang film ini di google, gue dapet info kalo yang jadi produsernya adalah produser film 3 Idiots juga. Wih saik!
Gue baca lagi, ternyata genre filmnya Comedy Drama juga. Juga? Iya sama kayak genre film 3 Idiots nih. Ada kekhawatiran juga sih film ini bakalan gak sesuai dengan ekspetasi. Tapi untuk menjawab pertanyaan itu dan antisipasi penyesalan sebelum download adalah.. LIAT DULU TRAILERNYA KAYAK GIMANA!

Nih trailernya, setelah liat trailer gue makin ma…

Review Mobdro: Aplikasi Buat Streaming Lengkap dan Gratis!

Pernah gak sih di saat kalian lagi pengen nonton pertandingan klub favorit, tapi sayangnya gak ditayangin di TV Lokal? Gue yakin jawabannya sering sih. Apalagi bagi kalian yang klub favoritnya manggung di Serie A atau di Bundesliga, yang jarang banget ditayangin di TV Lokal. Bahkan yang klub favoritnya di EPL pun bisa jadi jarang ditayangin juga, karena TV Lokal cuma tayangin 3 dari 10 pertandingan di tiap minggunya.

Nah buat kalian yang ngalamin masalah kayak gitu, kalian tepat banget nih berkunjung ke artikel ini. Jadi di sini gue bakal bahas aplikasi android yang bisa ngebuat kalian bisa nonton seluruh pertandingan klub favorit kalian! Yoi, let me introduce you to Mobdro!


Mobdro adalah aplikasi yang memungkinkan kita untuk streaming Channel TV luar negeri secara GRATIS! Nah jadinya kalian ga perlu lagi buat repot ngegoogling web mana yang nyediain streaming, tapi cukup cari Channel TV luar yang nayangin pertandingan yang lu mau. Trus buka aplikasi Mobdro, dan cari Channel TVnya. Ke…